Friday, February 10, 2017

MENGHADAPI BERITA HOAX

Ketua  Bhayangkari Cabang Metro Jakarta Selatan Ny. Maya Iwan Kurniawan memberikan arahan kepada Pengurus dan Bhayangkari Ranting Kebayoran Lama dengan menghadapi Berita Hoax yang ada di media sosial .pada Jumat ( 3/2/2017 )
Adapun Inti arahannya
Dengan Banyaknya Berita “ Hoax” atau berita bohong yang berkembang akhir –akhir ini bahkan telah menjadi perhatian Pemerintah bahkan Kepala Negara / Presiden telah mengeluarkan maklumat agar dilakukan evaluasi terhadap media  dalam Jaringan Online ( daring ) yang sengaja memproduksi berita bohong tanpa sumber yang jelas , lantas bagaimana cara kita mengantisipasi Berita Bohong ( Hoax ) tersebut.
Memang benar masyarakat berperan penting menyaring kabar provokatif dan ujaran kebencian yang mudah menyebar melalui media sosial , Ujaran Kebencian dikonter dengan nilai kesantunan , Hasutan dikonter dengan nilai budi pekerti baik seperti yang disampaikan pimpinan negara belum lama ini , bahkan peringatan kepala Negara itu  disambut baik oleh Komonitas Masyarakat Indonesia anti Fitnah.
Berita Hoax jika dibiarkan amat mungkin membuat perpecahan sesama anak bangsa karena Berita Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya atau juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang menyakinkan tetapi tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Hoax juga dapat diartikan sebagai tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar.
Penyebaran berita Hoax / berita bohong mulai marak sejak media sosial popular digunakan oleh masyarakat Indonesia , setiap orang tidak peduli latar belakangnya apa punya kesempatan yang sama untuk menulis.
Maraknya peredaran informasi Hoax / bohong dipicu dua motif yaitu Ekonomi dan Politik , Ada situs situs / blog yang sengaja memasang dengan tujuan mendapatkan kunjungan yang bayak sehingga mendapatkan dengan membuat berita yang penuh sensasi ada juga yang menyalurkan aspirasi politik melalui media sosial dengan membuat berita palsu.
Karena itu kita sebagai Bhayangkari perlu mengetahui bagaimana mendeksi informasi berita bohong / Hoax , agar tidak termakan berita fitnah hasutan dan Hoax.


Pertama yang kita lakukan  cek silang yaitu tanyakan langsung pada pihak yang mengetahui persoalannya  atau bisa dibandingkan dengan membuka di “ Google “ dengan judul berita yang diterima lantas dibandingkan untuk memastikan berita yang dibaca atau ditulis dimedia lain kemudian bandingkan judul isi dari masing - masing berita sehingga kita dapatkan kesimpulan yang berimbang dari berita dimaksud.
Kedua yang penting adalah harus melakukan cek fakta jika sumber informasi berasal dari instansi resmi seperti Polri , maka itu masuk kategori pernyataan resmi , namun bila sumber informasi dari penggiat Ormas , Tokoh Politik ataupun pengamat jangan langsung dipercaya.
Kita sebagai Bhayangkari harus dapat membedakan antara Fakta dan Opini.
Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti
Sedangkan Opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita
Sehingga semakin banyaknya fakta yang dimuat semakin kredibel berita tersebut , sebaliknya beberapa situs memang bertujuan menggiring pemikiran pembaca dengan memperbanyak opini, untuk itu perlu dilakukan cek foto didalam artikel berita terkadang pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Sebagai Bhayangkari dianjurkan agar menyampaikan kepada masyarakat untuk turut menyebarkan tulisan yang bernilai positif benar lewat pesan berantai /WA sehingga berita tersebut tidak hanya dapat dibaca dimedia sosial , Grop WA juga bisa digunakan untuk berdiskusi dan mengecek isu yang tengah Viral , Ibu Bhyangkari juga jangan langsung shere berita kepada yang lain kalau berita tersebut belum benar benar tahu sumbernya dan berita tersebut benar . 

No comments:

Post a Comment